Pelestarian Kearifan Lokal Menganyam Nyiru di Desa Tarlawi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima

Authors

  • Irfan Irfan Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Nggusuwaru Author
  • Nurhasanah Nurhasanah Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Nggusuwaru Author
  • Nurhijriah Nurhijriah Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Nggusuwaru Author

Keywords:

Pelestarian Kearifan Lokal, Menganyam Nyiru, Pendidkan Sosiologi

Abstract

Kearifan lokal merupakan fondasi penting identitas nasional. Kearifan lokal merupakan bagian dari sistem budaya yang tumbuh dari pengalaman dan adaptasi suatu masyarakat terhadap lingkungan alam, sosial, dan spiritualnya. Kearifan ini mencakup praktik kehidupan, tradisi, bahasa, bahkan kerajinan tangan yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, banyak dari tradisi tersebut kini terlupakan, bahkan oleh masyarakatnya sendiri. Salah satu bentuk kearifan lokal yang saat ini menghadapi ancaman nyata adalah keterampilan menganyam nyiru (alat penampi bambu). Nyiru adalah alat tradisional yang terbuat dari anyaman bambu, digunakan untuk menampi hasil panen seperti padi, kacang-kacangan, atau biji-bijian lainnya. Lebih dari sekadar alat, nyiru melambangkan kehidupan agraris masyarakat Indonesia, yang penuh dengan kerja keras, kebersamaan, dan harmoni dengan alam. Menganyam nyiru merupakan kegiatan yang membutuhkan kesabaran, pemahaman tentang bahan-bahan alam, dan keterampilan yang dipupuk sejak usia dini. Namun kini, nyiru telah banyak digantikan oleh peralatan plastik atau logam yang diproduksi secara massal.

Downloads

Published

2026-01-18

How to Cite

Pelestarian Kearifan Lokal Menganyam Nyiru di Desa Tarlawi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. (2026). Jurnal Pedagogi Nusantara, 1(1), 28-33. https://e-journal.permatasukma.com/index.php/jpn/article/view/6

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.