Pelatihan Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Berbasis Nilai Nggahi Rawi Pahu
Keywords:
Sampah Plastik, Ecobrick, Pemberdayaan Warga Sekolah, Nggahi Rawi PahuAbstract
Sampah plastik kini merupakan salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia. Sampah plastik sering kali tidak dikelola dengan baik di Indonesia, terutama di daerah terpencil, menyebabkan kerusakan ekosistem yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick yang didasarkan pada nilai Nggahi Rawi Pahu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pemahaman mendalam tentang implementasi nilai-nilai Nggahi Rawi Pahu dalam proses pemberdayaan warga sekolah. Pemberdayaan warga sekolah (khususnya siswa) berbasis Nggahi Rawi Pahu melalui pengolahan sampah plastic menjadi ecobrick di sekolah menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam mengurangi sampah plastik. Melalui integrasi prinsip keberlanjutan dan budaya lokal (Nggahi, Rawi, Pahu), sekolah berhasil mengajarkan nilai- nilai lingkungan secara efektif sambil mengelola limbah plastik dengan cara yang berkelanjutan. "Nggahi" merujuk pada perkataan atau pengungkapan, "Rawi" mengacu pada karya atau perbuatan, dan "Pahu" menggambarkan luaran atau hasil dari tindakan tersebut. Dalam konteks tradisi lokal, "Nggahi Rawi Pahu" merupakan suatu yang diucapkan dengan sungguh-sungguh dan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Artinya, bahwa pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick mengedepankan perkataan (nggahi) artinya diawali dengan membuat perancangan dan konsep pengelolaan sampah. Perbuatan (rawi) artinya melakukan pengolahan sampah dengan salah satu prinsip dari Prinsip 3R yaitu recycle (daur ulang sampah plastik). Pahu (produk/hasil) artinya pengolahan sampah plastic menghasilkan produk berupa ecobrick yaitu pot bunga.





